Garis takdir



Takdir

Bagaimanapun, garis takdir tetap ada, semuanya akan terjadi atas ketentuan-Nya, lalu untuk apa gue melawan jika semua sudah ada hasil akhirnya?. Bukankah garis takdir sudah ada awal dan akhirnya?. Gue sudah sampai di titik dimana gue gak tau harus melangkah kemana, rasanya sudah cukup terlalu berat untuk memilih dan mengambil suatu keputusan lagi, terlebih jika itu adalah suatu keputusan besar.

Hadir, gue hanya coba hadir dalam kosong, apakah gue akan terus melaju tanpa batas atau cukup menikmati sisa hidup gue aja? sepertinya menikmati hidup tanpa melakukan apapun akan menjadi pilihan terbaik untuk hidup gue sembari menunggu waktu gue di dunia berakhir.

Keputusan

Gue hanya ingin menghabiskan sisa-sisa kehidupan gue dengan situasi terbaik, gue cuman berharap jika gue tidak dapat merasakan indahnya kehidupan selaam hidup gue, tolong berikan keindahan itu diakhir hayatku. Keinginanku sederhana, pertemukan kembali aku dengannya di alam sana, bersama lagu kegemaran kita yang dahulu pernah kita nikmati bersama.

Tentang takdir, gue harap jika hidup gue diawali dengan tidak begitu bagus, setidaknya berikan aku kematian dengan indah, mungkin tidak di kehidupan ini, tapi aku harap di kehidupan selanjutnya, aku akan jauh lebih berutung, aku selalu berharap demikian. Pahit, terus berjuang atau mengalah pada kenyataan, bahkan tidak ada yang lebih baik dari kata "Aku ingin kembali pada diriku yang belum mengetahui hal apapun".