Masa lalu-depan



Ikhlas

Terkadang gue masih bertanya-tanya dalam diri gue sendiri "Apa itu ikhlas? bagaimana cara ikhlas? ini ikhlas atau dipaksa untuk menerima?". kira-kira seperti itu gumam gue setiap malam. Bagaimana tidak? semua yang gue punya hilang begitu saja, semua yang hadir di hidup gue diambil begitu saja, bahkan gue tidak diberi sedikitpun kekuatan untuk mengembalikan apa yang sudah hilang dari hidup gue.

Kejam, itu yang selalu gue ucapkan kepada sang pengatur seluruh semesta ini, dari ribuan banyaknya manusia kenapa harus gue, kenapa tidak orang lain? dan sekali lagi kenapa harus gue?. Semua yang gue punya, hilang dan bahkan diambil begitu saja, jika seseorang tidak kuat menjadi seperti gue, lalu kenapa gue harus diletakkan pada takdir yang sebenernya gue sendiri gak kuat.|

Mencoba untuk melawan

Gue benci, gue marah, gue tidak pernah bisa untuk menerima atas apa yang terjadi pada diri gue sendiri di hari itu dan di hari ini. Gue selalu bertekad untuk tidak akan lagi mengeluarkan sedikitpun air mata gue untuk siapapun dan dalam keadaan apapun, semesta, atau entitas apapun, harap-harap kalian mendengar teriakan gue, gue bersumpah untuk mematikan perasaan gue sendiri dan menjadikan diri gue sebagai seoarang yang tidak akan pernah hancur meskipun engkau jatuhkan matahari tepat di kepala gue, gue bersumpah!

Atas nama diri gue, atas nama tubuh gue, atas nama kesadaran gue, tanpa seorangpun sama seperti hari itu, hari dimana gue terjatuh tanpa satupun tangan yang berusaha menarik gue, hanya gue sendiri yang akan terus menantang dunia, 1,2, 3 ayo maju semua kalian pecundang, ayo coba buat gue hancur lagi! keparat!.