Melintasi ruang waktu
Mesin waktu
Di saat gue mencoba untuk menghapus memori tentang semua yang sudah terjadi, sesekali terbesit di kepala gue untuk mencoba menyisakan sedikit ingatan tersebut. Kecewa, benci, sakit, penyesalan, semuanya menjadi satu di hati gue, bahkan rasanya hampir tidak bisa gue ucapkan.
Terlintas untuk kembali mengunjungi wisata itu lagi, ya satu-satunya cara untuk gue bisa mengingat dan kembali ke Ruang dan waktu itu, menyedihkan? iya, tapi apa boleh buat?. Gue coba melirik kembali beberapa musik yang dahulu sempat menjadi kegemarannya, bahkan beberapa musiknya ada yang gue hafal dan sempat kita senandungkan bersama di waktu itu.
Musik
Ini bukan hanya sekedar lantunan nada, tapi ini jadi satu-satunya hal yang bisa membawa gue kembali ke masa itu lagi, entah bagaimana gue bisa merasa seolah-oleh gue ada di waktu itu, suasana itu sebelum gue jatuh ke jurang yang dalam tanpa dasar, dan di saat masih ada hadirnya. Waktu saat kita bernyanyi bersama lagu kesukaannya, dan sekarang dengan memutar lagu yang sama itu menjadi cara gue untuk kembali ke masa itu, suasana itu, senandung nada itu, meskipun tanpa hadirnya.
Musik, sudah seperti mesin waktu buat gue, entah bagaimana musik bisa mewakilkan beberapa kejadian yang udah lewat di hidup gue, jika gue mendengarkan musik yang pada saat itu mewakali kejadian atau kebahagiaan tertentu, maka dengan mendengarnya kembali, menikmatinya kembali, membayangkan kembali, rasanya seperti gue kembali ke masa itu.
Terlintas untuk kembali mengunjungi wisata itu lagi, ya satu-satunya cara untuk gue bisa mengingat dan kembali ke Ruang dan waktu itu, menyedihkan? iya, tapi apa boleh buat?. Gue coba melirik kembali beberapa musik yang dahulu sempat menjadi kegemarannya, bahkan beberapa musiknya ada yang gue hafal dan sempat kita senandungkan bersama di waktu itu.
Musik
Ini bukan hanya sekedar lantunan nada, tapi ini jadi satu-satunya hal yang bisa membawa gue kembali ke masa itu lagi, entah bagaimana gue bisa merasa seolah-oleh gue ada di waktu itu, suasana itu sebelum gue jatuh ke jurang yang dalam tanpa dasar, dan di saat masih ada hadirnya. Waktu saat kita bernyanyi bersama lagu kesukaannya, dan sekarang dengan memutar lagu yang sama itu menjadi cara gue untuk kembali ke masa itu, suasana itu, senandung nada itu, meskipun tanpa hadirnya.
Musik, sudah seperti mesin waktu buat gue, entah bagaimana musik bisa mewakilkan beberapa kejadian yang udah lewat di hidup gue, jika gue mendengarkan musik yang pada saat itu mewakali kejadian atau kebahagiaan tertentu, maka dengan mendengarnya kembali, menikmatinya kembali, membayangkan kembali, rasanya seperti gue kembali ke masa itu.
Musik, sudah seperti mesin waktu buat gue, entah bagaimana musik bisa mewakilkan beberapa kejadian yang udah lewat di hidup gue, jika gue mendengarkan musik yang pada saat itu mewakali kejadian atau kebahagiaan tertentu, maka dengan mendengarnya kembali, menikmatinya kembali, membayangkan kembali, rasanya seperti gue kembali ke masa itu.
